Design by Joko Adrianto

Rembuk Stunting digelar, Pj Wali Nagari Lubuk Malako Lakukan Evaluasi Kinerja Kader Tahun 2025

 Dalam upaya memperkuat komitmen bersama terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta percepatan penanganan stunting, Pemerintah Nagari Lubuk Malako melaksanakan kegiatan Perumusan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2027 sekaligus Evaluasi Kinerja Kader BKB, KPM, dan Posyandu Tahun 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta penguatan layanan dasar di tingkat nagari.

Acara dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj.) Wali Nagari Lubuk Malako, Abdul Reda, S.Pt., M.P, didampingi Ketua TP PKK Nagari Lubuk Malako, Ny. Elwani Suwesti Abdul Reda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut: Ketua Bamus Nagari Lubuk Malako, TPP Kecamatan Sangir Jujuan yang terdiri dari Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Bidan Desa, Ketua TP PKK Jorong, serta kader-kader BKB, KPM, dan Posyandu se-Nagari Lubuk Malako.

Dalam sambutannya, Pj. Wali Nagari menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh unsur nagari. Menurutnya, kader kesehatan dan kader pemberdayaan masyarakat memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan dan edukasi langsung kepada masyarakat.

Beliau juga menekankan pentingnya penyusunan program yang tepat sasaran untuk Tahun Anggaran 2027 agar intervensi penanganan stunting tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga berisiko stunting.

Sementara itu, kegiatan evaluasi kinerja kader menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat capaian, kendala, serta tantangan yang dihadapi selama tahun 2025. Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, penguatan peran BKB, serta efektivitas kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat nagari.

Dalam forum diskusi, berbagai masukan dan usulan disampaikan oleh peserta, mulai dari penguatan edukasi pola asuh anak, peningkatan kapasitas kader, kebutuhan sarana pendukung Posyandu, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting.

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Sangir Jujuan turut mendorong agar hasil rembuk stunting dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan nagari, sehingga program yang disusun benar-benar memiliki dukungan kebijakan dan penganggaran yang jelas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan nagari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena sesungguhnya, keberhasilan pembangunan desa dapat dilihat dari sejauh mana masyarakatnya tumbuh sehat, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik. 



*

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم